Waste management, dimulai dari diri sendiri

“Udah dipisahin di rumah, pas di luar diangkut sama mobil sampah disatuin lagi, yaudah lah gausah dipisah-pisah, belum siap infrastruktur dan SDM kita.”

“Yaelah ribet amat ampe ngurusin sampah, namanya sampah ya udah ga dipake lagi, daripada tangan bau, jijik juga.”

Masih banyak permasalahan lain mengenai sampah, khususnya sampah rumah tangga, Kalo saran saya sih pertama dibuat ada kepentingan dulu dengan sampah, baru deh mulai me-manage sampah tersebut, disini saya coba berbagai kepentingan yang bisa dijadikan acuan, agar kita bisa memulainya:

01.

Mulailah menanam, ketika kita bercocok tanam kita akan membutuhkan sampah, khususnya sampah organik, karena pupuk yang sifatnya sustainable bahan dasarnya adalah sampah organik yang setiap hari kita konsumsi, untuk memproses sampah organik menjadi pupuk banyak sekali caranya, dari mulai yg sederhana yaitu menggunakan komposter bag atau keranjang takakura, hingga dibantu menggunakan cacing atau lalat BSF

02.

Beternak cacing tanah, salah satu solusi untuk mengatasi sampah, tentunya sampah organik, cacing yang sudah besar bisa digunakan untuk obat typus, pakan ternak dan kotoran cacing sangat baik dijadikan pupuk, bahkan bukan sembarang pupuk, karena kandungan P dan K tinggi, ditambah tidak perlu khawatir dengan proses fermentasi, karena di perut cacing sudah lolos proses tersebut.

03.

Beternak lalat BSF (Magots). Untuk tahap ini sepertinya anda mesti bekerjasama dengan tetangga atau pasar di sekitar anda, karena kecepatan bilatung magots dalam mengurai sampah organik bisa anda googling dasyatnya, ini adalah lalat yang sehat (beda dengan lalat lain), magots mengandung protein tinggi, selain itu kotoran magots bagus dijadikan pupuk tanaman. Seharusnya antara pasar dan peternakan magots berdampingan agar proses pengolaan sampahnya menjadi efektif.

04.

Membuat sumur biopori untuk kondisi halaman rumah anda yg ada genangan air, atau sampah di sekitar anda bukan hanya sayuran maupun buah tetapi ada bangkai atau kotoran hewan. Jika anda memiliki peralatannya, bisa saja anda menawarkan jasa pembuatan lubang sumur biopori ke institusi atau perorangan di sekitar anda.

Jika kita masing-masing mengelola sampah rumah tangga sendiri sehingga tidak sampai ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) menurut Greeneration akan mengurangi 30-40% jumlah sampah di TPA, selain itu akan menyuburkan tanah disekitar kita, hal kecil yang kita lakukan ternyata berdampak besar terhadap orang lain, terbayang bagaimana kehidupan masyarakat di sekitar TPA jika kita tidak melakukan waste management.

Akhir kata, jangan menjadi bagian dari masalah (sampah), melainkan jadilah bagian dari solusi (pengolahan sampah), membuang sampah pada tempatnya merupakan hal yang mendasar, tentunya kita semua ingin naik level, tidak ingin sekedar kelas dasar saja. Memulai memang tidak mudah, namun lebih sulit mempertahankan yang sudah dimulai, Semoga yang sudah memulai tetap istiqomah, boleh juga tuh saling menyemangati jika ada kendala di tengah jalan, InsyaaAllah kedepan saya akan membahas masalah apa saja ketika hampir dua tahun berjalan.

C.TE

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?