Yakin ini Nero Portugalo?

Ketika mencari nama varian Tin ini di internet malah bingung, karena beberapa situs yg terpercaya membahas tentang varian Tin di dunia pun tidak mencantumkan jenis ini, mencari synonimnya pun belum berhasil ketemu. Ada yang mendekati yaitu Nero Portogallo (bukan Portugalo). Saya coba membuatnya simpel dulu yah, kita anggap ini varian buah lonjong, kemudian ada dua foto, satu lonjong hitam (mirip abicau) satu lagi lonjong merah. Nah soal warna buah saya belum berani komen, mateng aja belum pernah di sini 🙂

Varian Tin jenis ini baru saya dapatkan di bulan Februari 2019, jadi terhitung dari tulisan ini dibuat baru setahun lebih dua bulan. Tahun lalu saya mendapatkan dari Om Fajar, Rafa Farm Ciledug, beliau berbagi tentang kehebatan grafting tin dengan loa, dan salah satu hasilnya adalah jenis ini. Om Fajar menyarankan untuk bagian sambungan dilepas plastiknya kemudian dipendam saja (tertutup media) ketika repoting.

NP usia 2 bln
NP usia 8 bln
NP usia 9 bln

Daun varian NP ini ramping, bentuk lekukan jelas, mirip dengan pepaya jepang, bahkan mariyuana 🙂 Tapi jika kita perhatikan di usia awal daunnya masih terlihat gemuk, ketika tinggi sudah lebih dari 40 cm, terlihat bentuk daunnya sudah mulai stabil.

pentil buah muncul
terlihat lonjong
2 bulan rontok

Di bulan November 2019 berhasil muncul buah, namun di Komunitas Tin Indonesia beberapa pengalaman penggiat tin di Jabodetabek belum berhasil merasakan buah NP yang matang, kebanyakan rontok, walaupun sudah bukan buah perdana lagi. Karena penasaran saya pun mencoba melihat perkembangannya, ternyata benar, usia dua bulan setelah muncul pentil buah tiba-tiba satu persatu buah rontok.

Akibat kejadian ini, sekarang bibit jenis ini paling banyak, karena pertumbuhan NP cepat, jadi saya rajin mencangkok varian ini, kemudian indukan yang ada sudah saya grafting dengan jenis buah merah. Namun pengalaman dari beberapa petani tin di dataran tinggi ternyata jenis ini mampu matang sempurna, nah jadi saya tetap mempertahankan jenis ini, secara tampilan pun jenis ini terlihat sedap dipandang, bentuk daun yang ramping dan pertumbuhan cepat ditambah lagi tahan banting, karena Januari 2020 kemarin tempat saya terendam banjir hampir mencapai 1,5 meter ketinggiannya. Nah varian ini salah satu yg bertahan hidup walaupun terendam lumpur berhari-hari.

C.TE

4 thoughts on “Yakin ini Nero Portugalo?

    1. metode yg saya pakai biasanya lihat di forum luar negri mas, sekaligus sy cek di grup komunitas lokal, sy liat memang ada varian nero portogallo, tp belum cek tentang validitas jenis ini di forum luar negri, namun fokus sy skrng faktor adaptif varian tin tsb. nero portugalo milik sy dijadikan rootstock, hasilnya maksimal, seperti lebanon 2 juga begitu, tp memang kedua varian ini sy belum merasakan buahnya matang, oiya semua nutrisi yg sy pakai bikin sendiri (kecuali kohe), ga punya peternakan soalnya 🙂

    1. Berdasarkan pengalaman, kl grafting dgn loa, biarpun sudah setahun, masih ringkih di sambungan (berbeda dgn sesama ficus carica), fungsinya ditimbung agar sambungannya ga tertiup angin mas. Lebih aman, selain itu nanti akarnya bisa tumbuh di bagian atas dan bawah (berbeda varian) jadi pertumbuhannya lbh maksimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?