Teknik grafting (lanjutan)

Judulnya sih lanjutan, tapi dasarnya belum pernah di posting, hehe. Belum sempat dokumentasikan model sambungan yang pernah saya lakukan seperti apa, tapi googling banyak sih modelnya. Nah kali ini saya ingin sharing tentang dua cara yang saya lakukan ketika sambungan (grafting) sudah berhasil tumbuh daun baru hingga 3-5 helai.

Cara pertama yang biasa saya lakukan adalah sambungan antara pohon loa dan pohon tin, tentu loa sebagai root stock, kondisi loa biasanya masih dalam polibag, jadi ketika sambungan sudah berhasil muncul daun baru, yang saya lakukan adalah repoting (memindahkan ke pot/pb lebih besar) namun bagian sambungan saya kubur, tentu dengan melepaskan tali ataupun plastik wrapping yg menghalangi sambungan.

01. masih terlihat daun loa

02. dilepas plastiknya

03. sambungan terkubur

Kelebihan cara sambungan dikubur ini memang tidak perlu khawatir patah /copot/ lepas karena proses penyatuannya lebih cepat, namun sulit dilakukan jika rootstocknya memiliki tinggi lebih dari semeter. Sedangkan Cara kedua saya menggunakan rootstock sama-sama pohon tin namun berbeda varian, anggapan saya jika satu species proses penyatuannya akan lebih mudah dibandingkan dengan pohon loa (beda species), namun ini baru anggapan ūüôā Oiya di cara kedua ini RS yang saya gunakan tinggi sudah hampir semeter, saya mesti menggunakan ajir (tongkat penyangga) agar bagian sambungan tidak mudah goyang. Saat ini usia sambungan baru sebulan, belum berani melepas plastik wrappingnya.

Poin penting ketika menggunakan teknik ini adalah kualitas sambungan, dikatakan berhasil jika benar-benar sudah menyatu, kokoh, bahkan bekas sambungannya sudah tidak terlihat (biasanya diatas 2 tahun). Jika menggunakan RS pendek, kubur ketika repoting, namun jika RS sudah besar/ tinggi, jangan lupa penyangga digunakan sebagai alat bantu agar sambungan tidak mudah goyang.

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?