Menangkap Energi

Judul tulisan ini adalah satu poin dalam permaculture, membahas energi tentu tak lepas dari hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak dapat dimusnahkan, namun berganti dari energi satu ke yang lain. Kemudian banyak negara berperang karena memperebutkan energi, salah satu contoh yaitu nuklir yang menjadi incaran, karena dalam jumlah kecil, nuklir mampu menghasilkan energi yang sangat besar, tentu sebanding dengan resiko (radiasi) yang ditimbulkannya. Saat ini pun sedang ramai diperbincangkan tentang renewable energy, yaitu energi terbarukan tanpa menimbulkan polusi, karena sumber energi dari bahan fosil semakin menipis, BBM (bahan bakar minyak) dari fosil kedepan akan tergantikan, beberapa industri otomotif pun meluncurkan produk kendaraan berbahan bakar listrik.

Ketika membahas energi beberapa tahun lalu yang ada di pikiran saya sebuah institusi besar, seperti pengilangan minyak lepas pantai, PLTA di waduk Jatiluhur, wind turbine di Belanda, atau luasnya PLTS milik Tesla. Ternyata ini soal mindset, apa yang dilakukan institusi besar tersebut dengan para petani ada kesamaan, mereka sama-sama menangkap energi dan merubahnya menjadi energi yang lain. Yang bisa saya bandingkan adalah PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang membutuhkan solar cell untuk menangkap energi lalu merubahnya menjadi listrik dan menyimpannya di baterai atau dialirkan langsung ke pengguna listrik tersebut (manusia tentunya). Daun yang ada pada tanaman pun demikian, fungsinya menangkap energi dan menggunakannya untuk proses fotosintesis, tanaman tumbuh dan akhirnya dipanen dan dikonsumsi oleh manusia pula.

Ternyata bukan hanya institusi besar yang bisa menangkap energi, para petani pun bisa melakukannya, berdasarkan hal ini akhirnya saya lebih peka melihat area yang terkena paparan sinar matahari namun tempat tersebut tidak ditanami, mubazir energi menurut saya, seperti melihat petugas SPBU sedang membuang bensin sembarangan ūüôā

Kita kembali membahas menangkap energi, bukan hanya sinar matahari yang bisa ditangkap dan dimanfaatkan, air hujan pun bisa dengan cara membuat talang air kemudian membuat kolam atau tandon penyimpan air yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, begitupun dengan angin berhembus dan digunakan hanya untuk main layangan, padahal dengan teknologi sederhana bisa menggerakkan turbin/ dinamo lalu menghasilkan energi listrik.

Ini baru sekedar ide yang ingin saya lakukan minimal untuk membuat kebun tin dengan area kurang dari 1000 m, tidak membutuhkan pasokan listrik hingga beberapa megawatt, hanya untuk menghidupkan lampu, pompa, wireless dan cctv. Jika lokasi kebun tersebut berdekatan dengan sungai, saya bisa menggunakan teknologi micro hydropower plant, kalian bisa googling “turbulent hydropower” atau cari di youtube OpenSourceLowTech di sana ada beberapa cara sederhana membuat pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Atau jika ingin lebih simpel bisa membeli waterlily atau estream, turbin portable yang disambungkan ke baterai.

turbulent hydropower
estream
waterlily

Jika lokasi kebun berjauhan dengan sungai (sumber air) bisa menggunakan gabungan antara solar panel dengan mini hydropower yang dihubungkan aliran air dari pompa atau tandon penyimpanan air hujan. Cara ini pastinya membutuhkan baterai untuk penyimpanan listrik, usia baterai yang ada di pasaran sekarang usianya 8-12 tahun, tergantung produsen dan pemakaian pastinya. Beberapa pengguna PLTS untuk rumahan memaparkan keuntungan secara finansial dapat dirasakan di tahun kelima, untuk hydropower kelebihannya adalah 24/7, maksudnya proses menangkap energi bisa dilakukan terus menerus selama air tersebut mengalir.

solar paper
mini turbin

Tapi itu semua baru sebatas ide, kelamaan mikirin yang belum ada malah bikin stres, menurut saya bahagia itu lebih banyak memikirkan dan melakukan apa yang kita bisa dan punya sekarang, lahan idle di sekitar tempat tinggal saya pun belum maksimal saya berdayakan untuk keluarga dan warga sini, lebih dari 50 pohon tin di sini belum produktif semua (baru sebagian). Saya pun masih banyak membebankan pemerintah dengan ketergantungan terhadap PLN maupun PAM, terlihat dari petugas BUMN tersebut yang datang ke tempat saya dengan muka kurang ceria, ditambah berita di media massa tentang laporan tahunan mereka yang masih merugi dan memiliki hutang sangat besar. Allah menciptakan bumi ini agar kita mengambil manfaat, jika memang bisa mengambil manfaat langsung dari alam tanpa perantara pemerintah kenapa ga?

salam energi terbarukan,

C.TE

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?