Tusuk sate & daun kering

Mungkin beberapa ada yang penasaran kenapa pohon tin di tempat kami selalu ada daun kering yang dipotong-potong dan juga tusuk sate. Sebagian yang pernah ngecek instagram kami di @pondoktin sudah paham alasannya, namun disini sy ingin menjabarkannya kembali.

01.

Daun kering, awal mulanya adalah ketika membaca postingan salah satu teman sehobi yang menggunakan daun ketapang untuk ZPT (zat perangsang tumbuh), kemudian ngobrol dengan tetangga tentang fungsi daun ketapang untuk melihara cupang, yaitu menjaga pH air. Dari situ jadi kepikiran kenapa gak dicoba aja buat pohon tin, tapi kalo rendaman air ketapang yang dikocor ke pohon pe-er juga sih prosesnya, saya coba yang lebih simpel yaitu memotong kecil-kecil kemudian ditabur diatas media. Sekam mentah yang biasa saya beli sebagai mulsa akhirnya tidak pernah beli kembali, sekarang daun ketapang selain sebagai mulsa, dijadikan pula sebagai ZPT dan penetral pH.

Alhamdulillah ternyata efeknya bagus untuk pohon tin, pohon yang stagnan pun mulai sprout, tampilan pohon pun lebih unik, berbeda dengan pohon yang lain, qodarullah pohon ketapang dekat dengan tempat tinggal saya dan daunnya sering sekali berjatuhan, warga sini pun senang ada yang membersihkan daun di sekitar rumahnya sekarang 🙂

Ketika terjadi pandemi, stok pohon tin saya semakin bertambah dengan cepat, karena lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, stok daun ketapang tidak dapat memenuhi stok pohon tin saya lagi. Selain itu ketika WFH (work from home) saya jadi belajar tentang permaculture, ternyata salah satu poin pentingnya adalah mulch, di luar negri biasa menggunakan wood chips (potongan kayu kecil) untuk menjaga kelembapan tanah serta mengembalikan kesuburannya.

Saya melihat kembali masalah yang ada di sekitar saya, salah satunya adalah kegiatan rutin membakar sampah daun, daun mangga, jambu air, rambutan selalu berguguran di tanah fasum depan tempat tinggal saya, dari situ terbesit ide untuk mencampur daun ketapang dengan sampah daun di depan rumah, kita coba cek hasilnya seperti apa. Dari masalah ini akhirnya sekarang sudah jarang sekali membakar sampah disini, sampah daun disapu dan dikumpulkan ke dalam karung, saya pun sambil berjemur bisa memotong kecil-kecil daun tersebut lalu menyebarkan di atas media tanam.

Begitulah cerita singkat potongan daun yang ada di pohon tin saya, ketika kelembapan tanah terjaga dengan baik, hewan kecil yang meningkatkan kesuburan tanah tumbuh dengan baik, dari mulai cacing hingga microorganisme lain. Namun harapan kedepan ada alat lebih efesien selain gunting yang mampu menghancurkan daun dalam waktu cepat, ketika PSBB dicabut belum tentu kegiatan memotong daun bisa lebih sering dilakukan 🙂

02.

Tusuk sate ini sebenarnya dapat ide dari internet dan teman sesama urbanfarmer, sebelum memberikan tusuk sate saya menggunakan kawat ram untuk melindungi dari tikus dan kucing “bertelur”. Semakin lama modal yang dikeluarkan untuk membeli kawat ternyata lumayan juga, jadi mesti cari alternatif cara mengatasi hama ini. Alhasil tusuk sate salah satu jawabannya, walaupun kadang masih ada kucing membandel yang tetap mematahkan tusuk sate dengan badannya yang berat, namun ketika awal hanya menggunakan tusuk sate bekas (kebanyakan sate ayam) yang diameter bambunya kecil saya masih sering menemukan patahan tusuk tersebut, entah kucing atau tikus. Ketika diganti dengan tusuk sate yg lebih kokoh saat ini tidak ditemukan lagi “telur” mereka. Beberapa ada yang miring, namun bisa diluruskan dan ditambahkan kembali agar lebih rapat.

Konsep berkebun organik dan permaculture menurut saya ada kesamaan dengan konsep pengobatan jaman now, jaman dulu, ketika ada penyakit dimana penyebabnya bakteri/virus A, maka sebab itu langsung dimusnahkan dengan obat, yang berdampak beberapa microorganisme lain yang tidak mengganggu pun terkena efek samping dari obat kimia. Sedangkan saat ini yang dikuatkan adalah sistem imun dan melakukan tindakan preventif. Beberapa bulan lalu pernah kejadian di tempat tinggal saya ada 5 kucing mati, namun tidak ada 1 tikus pun mati, salah satu penyebabnya karena tetangga saya meletakkan racun tikus di sekitar rumahnya, tentu hal ini bukan seperti yang diharapkan. Yuk mulai sekarang kita belajar sama-sama bersahabat dengan alam dengan menjaga dan membangun ekosistem yang berkelanjutan.

C.TE

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?