Konversi ukuran pot/pb

Yang sudah menanam tabulampot (tanaman buah dalam pot) hal ini sepertinya menjadi pengetahuan wajib, karena petani yang berpengalaman sebelum mulai menanam tentu mereka harus mengkondisikan lahan agar siap ditanami, bicara tentang petani kaitannya tentang lahan dengan luas ratusan meter persegi hingga hektaran, sedangkan petani kota tidak lepas dengan pot/ polybag/ planterbag, pengkondisian lahan disini berhubungan erat dengan mengetahui volume media tanam. Bagaimana ukuran yang ideal untuk menanam pohon buah, kapan repoting (potting up) dilakukan, bahkan bahasan berikutnya adalah bagaimana dengan media terbatas, namun mampu mensupply nutrisi maksimal untuk pohon buah kita. Sebelum membahas media tanam yang efesien, tentu perlu mengetahui poin yang akan kita bahas sekarang.

Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman ketika awal mula memulai menanam pohon tin, karena hal ini banyak dialami banyak orang ketika melakukan langkah awal. Saya yakin seperti itu karena banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada saya, “ini pohon pasnya ditaro pot berapa yah agar berbuah?”

pot 50
tinggi pot
diameter pot

Jika kita googling ukuran pot yang ideal untuk menanam pohon buah, khususnya pohon tin, banyak yang menyarankan pot 40, 50, 60, maksudnya pot dengan diameter tersebut. Dulu saya pun googling dan memutuskan untuk membeli pot 50. Memang tidak ada yang salah dengan ukuran pot ini, pohon saya pun sudah berhasil berbuah dengan ukuran pot 50, nah kebingungan saya bermula ketika sudah menggunakan planterbag dan polybag, karena patokan ukuran yang digunakan berbeda.

Ketika pohon tin saya berhasil tumbuh besar dan berbuah di pot 50, tentu saya akan menganggap ukuran tersebut ideal, tapi ketika mulai mencoba planterbag saya lumayan bingung, karena tidak semua penjual pot ditanyakan berapa liter kapasitas pot ini, mereka kebanyakan tidak tau. Ketika kita ingin membeli planterbag ukuran standar yang menjadi patokan mereka adalah liter, jadi pot 50 itu berapa liter? ini yang akan kita hitung.

Yang perlu dipahami pertama yaitu menentukan satu variabel, disini yang saya pilih adalah liter, karena paling familiar dengan kita dibanding galon, satuan yang perlu diingat adalah:

1 liter = 1000 cm³ ; 1 galon = 3,785 liter

Untuk menghitung pot memang lebih sulit karena seperti kerucut yang ujungnya terpotong, namun kita coba hitung secara garis besar saja, hasilnya masih kurang lebih. Di foto yang saya cantumkan untuk pot 50 ternyata diameter luar yang 50 cm, jika dikurangi dengan bibir pot, ukuran dalam (inner) hanya 43 cm, untuk tinggi saya ukur 36 cm, total sih 38 cm, tapi bagian bawah pot ada dudukan, kemudian biasa media tanam tidak full sampai atas permukaan. Untuk ukuran diameter bawah pot adalah 15 cm, jika menggunakan rumus kerucut hasil yang didapat adalah sekitar 40 liter-an. Yang jago matematika silahkan mencoba menghitung secara detil yah ūüôā

Saat ini dengan ukuran diameter pot inner 43 cm, saya prefer menggunakan planterbag 75 liter model tinggi, dengan diameter 40 cm dan tinggi kurleb 60 cm. Ketika saya memiliki space yang sama dengan meletakkan pot 50, dengan planterbag 75 liter tall, saya bisa lebih maksimal volumenya. Untuk harga hampir sama, malah beberapa toko menjual pot 50 lebih mahal daripada planterbag 75 liter tall.

polybag 50×50
diameter polybag
lebar polybag
tinggi polybag
panjang polybag

Nah sekarang kita beralih ke polybag, ukuran tiap vendor pun berbeda standar, selisihnya antara 2-5 cm. Namun untuk polybag perlu paham dasar hitungannya, ketika sampai toko pertanian jika kita tidak membawa sampel dijamin bingung, saya dulu pernah mengalaminya, hehe. Untuk polybag 50×50 ternyata ketika posisi terlipat ukurannya kurleb 50×25 cm (pxl), jadi paling mudah ketika ditanya ukuran berapa, misal yang terbesar 60×60, berarti hitung tinggi polybag itu, apakah benar 60cm, dan lebarnya apakah benar 30cm (60/2), jika ada selisih 1-3 cm, masih wajar.

Kemudian polybag ketika terisi media tanam dapat dilihat di foto yang saya cantumkan, untuk tinggi kurleb 36 cm, diameter 32 cm. Dari referensi yang saya dapat di internet ternyata lumayan selisihnya sampai 4 cm, tapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kompromi ukuran polybag hingga 5 cm. Nah untuk polybag 50×50 yang saya gunakan, jika menggunakan rumus volume tabung, akan didapat 28,9 m¬≥, sama dengan 28,9 liter, mungkin beberapa vendor ada yg 29-30 liter. Berarti dengan bahan plastik hitam polybag maksimal tidak lebih dari 50 liter, saya pernah nyoba menggunakan yang 60×60 seringnya rusak pas dipindahin, padahal pohon tin kebanyakan sekam dibandingkan tanah/ kompos, gimana pohon lain, kayaknya ga rekomen menggunakan polybag deh.

Kenapa saya masih menggunakan polybag, alasan utama tentu karena harga, 1 planterbag bisa dapat 20 polybag, kemudian bisa dibaca tips zonasi yang pernah saya tulis, disana saya membagi area, untuk pohon yang di polybag tidak dijual, hanya untuk calon indukan saja, berarti jarang berpindah tempat jadi masih aman menggunakan polybag, jika masih baik kondisinya bisa dipergunakan kembali, seperti polybag kecil yang digunakan untuk pembibitan, entah berapa kali pakai hingga tidak terlihat hitam pekat lagi, hehe.

Terakhir saya ingin membahas sedikit tentang volume yang menjadi patokan oleh figgers luar negri, saya sering melihat yang di Amerika, Itali dan Perancis. Rata-rata mereka menggunakan pot berukuran 20 galon untuk indukannya, nah jika dikonversi ke liter, ternyata kurleb 75 liter, sama dengan indukan yang saya gunakan, namun saya memilih planterbag model tinggi. Kemudian mereka menjual bibit pohon tin ukuran small adalah 1 gallon, kurleb 3 literan, dan ukuran medium 5 galon, kurleb 18 literan.

Kendala pondok tin ketika menjual bibit menggunakan pot, stok pot yang dijual ternyata tidak stabil, dulu saya menggunakan pot palm 20, sekitar 3-4 liter, namun sempet kosong beberapa bulan, akhirnya saat ini pondok tin menggunakan planterbag 5 liter, lebih besar dan berat pastinya dibandingkan yang orang bule jual, untuk ukuran medium pondok tin menggunakan planterbag 28 liter model tinggi dengan zipper agar mudah melakukan potting up. 

Kembali ke pembahasan volume, mau menggunakan pot, planterbag, atau polybag yang lebih penting adalah isi/ medianya, beberapa figgers senior mampu membuat pohon tin berbuah lebat dan subur di media dengan volume kurang dari 20 liter. Berarti kualitas media tanam sangat menentukan, apalagi yang tinggal di perkotaan dengan space minim untuk menanam, InsyaaAllah kedepan saya akan coba bahas tentang media tanam yang efektif, saat ini masih belajar dan berguru dulu ke para figgers senior, salam figgers indonesia

C.TE

pondoktin.com

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?