Ficus Racemosa (loa)

Di artikel sebelumnya saya sempat membahas teknik grafting dengan rootstock pohon loa, sedangkan kali ini saya ingin menjabarkan sedikit tentang jenis tanaman ini, dan kenapa loa menjadi pilihan untuk menjadi rootstock? Bukan jenis tin varian lain atau genus lain seperti awar-awar dan beringin.

Nama latin pohon loa/ lo/ pakan ulo ini adalah ficus racemosa aka. Ficus glomerata. Pohon loa sering ditemukan tumbuh liar dekat sumber air seperti sungai dan rawa, para pembonsai pun sering mencari pohon ini untuk dibentuk karena karakter akarnya yang menonjol. Pohon loa juga cocok dijadikan tanaman pencegah longsor, buahnya disukai kalelawar dan monyet bahkan beberapa orang menyukai buah ini jika dijadikan rujak. Berarti sudah dipastikan pohon loa sangat adaptif dengan iklim di negara kita, ga diurus (liar) aja tumbuh, apalagi dirawat ūüôā

Nah kemudian saya menemukan blog menarik di https://floridafruitgeek.com/ Mr. Craig sedang mencoba beragam ficus untuk dijadikan rootstock tin, jika membaca blog tersebut sudah beberapa ficus berhasil disambung, namun dari foto terlihat yang sudah berhasil berbuah yaitu ficus sycomorus, untuk ficus racemosa, beliau masih progress. Nah kalo googling atau cari di youtube sambung tin dengan loa udah buanyak petani tin yang melakukan hal tersebut. Usia setahun diameter batang bisa lebih dari 5 cm, memang saya liat kebanyakan di grounding.

Hingga saat ini masih ada perdebatan mengenai grafting tin dengan berbeda genus, dikhawatirkan ada perubahan karakter buah, daun dan nutrisinya. Namun beberapa yang beredar di pasaran saya amati kebanyakan indukan asalnya dari hasil grafting pohon loa, karena kecepatan dan karakter pohon yang mudah bercabang. Tentu hal tersebut berbanding lurus dengan harga jual. Saya bukan termasuk ke salah pihak yang memiliki ideologi harus disambung atau harus murni. Bagi saya menanam tin baru sebatas hobi, jika memang berjualan itu hanya nilai lebih saja bukan menjadi prioritas, karena belum ada target penjualan yang saya berlakukan.

Kembali kepada pertanyaan kenapa loa? bukan jenis lain, beberapa senior yang sudah mencoba menyambung dengan beringin dan awar-awar ditemukan berhasil, namun belum terlihat muncul buah, sedangkan loa sudah banyak yang merekomendasikannya. Kemudian untuk jenis ficus sycomorus ternyata jenis ini bukan asli dari Asia, menurut keterangan di wikipedia pohon ini lebih banyak beredar di Palestina, Mesir dan Madagascar. Alasan ini yang melatarbelakangi loa menjadi pilihan utama untuk di grafting, disamping karakter akarnya yang kuat terhadap nematoda (bintil kecil pada akar) yang menyebabkan pertumbuhan pohon terhambat bahkan mati, dan juga akar adaptif terhadap tanah lembab.

Idealnya memang proses menanam dari awal hingga panen tidak ada lagi proses modifikasi di tengah jalan, agar dari segi tenaga lebih efesien, mungkin ini salah satu yang dilakukan beberapa kebun tin penghasil buah, mereka mengandalkan varian Matsui dauphine karena di forum yang saya baca jenis ini juga kuat terhadap nematoda. Oiya saya pernah mendapat quote menarik mengenai menanam pohon, “buat apa kita menanam 1000 pohon jika akhirnya hanya beberapa bulan pohon tersebut mati karena kelalaian kita” Nah berkaca dengan beberapa program yang sering kita dengar, namun ternyata hal tersebut hanya bersifat seremoni, ini yang melandasi saya untuk terus belajar tentang merawat pohon tin, salah satu tujuan manusia hidup kan memakmurkan bumi, dengan beragam ilmu menanam tentu hal tersebut bisa diwujudkan.

Kedepan InsyaaAllah saya akan tetap menanam pohon tin, baik yang murni ataupun hasil grafting, beberapa varian murni, seperti NDC dan Tena lumayan tahan banting juga terhadap media lembab dan sinar matahari minim. Namun untuk area 4 (sebutan saya untuk area yg kurang sinar matahari) pohon tin hasil grafting dengan loa menjadi pilihan, karena pengalaman saya mencoba meletakkan pohon tin murni di area tersebut sering berakhir busuk akar dan batang, sedangkan ketika meletakkan pohon loa murni hingga saat ini pertumbuhannya tidak ada masalah. Jadi yang terpenting menurut saya bukannya sambungan atau bukan, melainkan pohon tersebut tetap hidup dan memberi manfaat!

C.TE

Back to Top
× Hai, butuh bantuan?